Banyak developer jatuh cinta pada Electron, karena tool ini bisa bikin aplikasi desktop pakai HTML, CSS, dan JavaScript. Tapi, di balik kenyamanan itu, sering muncul keluhan: aplikasi terasa berat, boros memori, dan ukuran installer membengkak.
Untungnya, ada beberapa alternatif yang lebih ringan dan efisien, tanpa harus meninggalkan dunia web development. Mari kita bahas satu per satu:
Tauri
Bahasa utama: Rust (backend) + HTML, CSS, JS (frontend)

Tauri memungkinkan developer membuat aplikasi desktop menggunakan teknologi web, tapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan Electron. Ia hanya mem-bundle webview (bukan full Chromium seperti Electron) dan memanfaatkan Rust sebagai core.
Kelebihan:
- Ukuran aplikasi sangat kecil (bisa hanya beberapa MB).
- Konsumsi RAM lebih rendah.
- Tingkat keamanan lebih tinggi berkat Rust.
- Mendukung integrasi dengan API native (file system, notifikasi, tray icon).
Kekurangan:
- Dokumentasi belum selengkap Electron.
- Harus sedikit belajar Rust kalau butuh kustomisasi backend.
Neutralino.js
Bahasa utama: JavaScript, HTML, CSS

Neutralino.js hadir sebagai alternatif super ringan untuk Electron. Konsepnya mirip: Bikin UI dengan web, tapi engine-nya tidak membawa seluruh browser, melainkan memanfaatkan webview bawaan OS.
Kelebihan:
- Ukuran installer sangat kecil (<10 MB).
- Tidak butuh Node.js runtime besar.
- API sederhana, mudah dipelajari.
Kekurangan:
- Fitur lebih terbatas dibanding Electron.
- Komunitas lebih kecil.
Flutter (Desktop)
Bahasa utama: Dart

Awalnya Flutter hanya untuk mobile, tapi kini sudah bisa digunakan untuk desktop (Windows, macOS, Linux). Dengan Flutter, kita bisa bikin UI cantik dengan performa native, karena Flutter menggambar UI langsung ke canvas.
Kelebihan:
- Performa mendekati native.
- UI sangat fleksibel (bisa custom banget).
- Satu codebase untuk mobile + desktop + web.
Kekurangan:
- Ukuran aplikasi lumayan besar.
- Harus belajar bahasa Dart.
Qt
Bahasa utama: C++ atau Python (PyQt)

Qt adalah framework veteran untuk aplikasi desktop, dipakai oleh banyak software besar (misalnya VLC). Kalau pakai Python, kita bisa bikin UI dengan PyQt atau PySide, jadi lebih mudah untuk programmer yang nggak mau ribet C++.
Kelebihan:
- Stabil dan matang, sudah battle-tested.
- Banyak widget dan fitur bawaan.
- Bisa dipakai dengan Python (lebih ramah untuk pemula).
Kekurangan:
- Aplikasi cenderung berat kalau build penuh.
- Lisensi komersial Qt bisa mahal.
GTK
Bahasa utama: C, Python, JavaScript

GTK sudah lama dipakai di dunia Linux (misalnya GNOME desktop). Developer bisa pakai Python (PyGObject) atau JavaScript (GJS) untuk bikin aplikasi dengan GTK.
Kelebihan:
- Sangat cocok untuk Linux desktop.
- Ringan dibanding Electron.
- Bisa pakai berbagai bahasa (multi-binding).
Kekurangan:
- Tampilan kadang kurang konsisten di Windows/macOS.
- Dokumentasi kurang ramah untuk pemula.
Wails
Bahasa utama: Go (backend) + HTML, CSS, JS (frontend)

Wails mirip dengan Tauri, tapi backend-nya menggunakan Go. Jadi logika aplikasi ditulis dalam bahasa Go, sementara antarmuka tetap pakai teknologi web (React, Vue, Svelte, atau vanilla HTML+CSS+JS). Wails memanfaatkan webview bawaan OS, sehingga lebih ringan dibanding Electron.
Kelebihan:
- Aplikasi ringan, tidak perlu bundling Chromium.
- Ukuran installer relatif kecil.
- Developer Go bisa langsung bikin aplikasi desktop tanpa harus pindah bahasa lain.
- Mudah integrasi dengan library Go yang sudah matang (misalnya database, networking).
Kekurangan:
- Dokumentasi tidak sebanyak Electron.
- Komunitas lebih kecil dibanding Tauri.
- Kalau belum terbiasa dengan Go, ada kurva belajar tambahan.
Kesimpulan
Electron memang populer, tapi bukan satu-satunya tool pengembangan aplikasi desktop. Alternatif seperti Tauri, Neutralino.js, dan Wails menawarkan aplikasi ringan dan efisien, sementara Flutter memberi UI kaya dengan performa mendekati native.
Framework veteran seperti Qt dan GTK tetap andal untuk stabilitas dan fleksibilitas, mempermudah pembuatan aplikasi lintas platform.
Dengan memilih tool yang tepat sesuai kebutuhan dan keahlian, aplikasi desktop yang dibuat bisa efisien, elegan, dan menyenangkan digunakan.