Kalau kita bicara soal PHP, satu hal yang sering luput dari perhatian banyak developer adalah kinerja. Sebagus apa pun logika program yang kita buat, kalau tiap request butuh waktu lama hanya untuk memproses file PHP dari awal, ujung-ujungnya user bakal merasa website kita lambat. Nah, di sinilah Opcache hadir sebagai penyelamat.

Apa Itu Opcache?

Secara sederhana, Opcache adalah fitur bawaan PHP (sejak versi 5.5) yang menyimpan hasil kompilasi script PHP ke dalam memory. Jadi, PHP tidak perlu lagi membaca, mem-parse, dan meng-compile ulang file .php setiap kali ada request masuk.

Ibaratnya, kalau biasanya tiap tamu datang kita selalu masak dari nol, dengan Opcache kita sudah punya “nasi kotak” siap saji di kulkas. Tinggal buka, hangatkan, langsung makan. Hemat waktu dan tenaga.

Kenapa Harus Menggunakan Opcache?

Performa Melonjak Drastis

  • Tanpa Opcache, setiap request PHP bakal di-compile ulang – membuang waktu.
  • Dengan Opcache, PHP cukup eksekusi bytecode yang sudah ada di memory. Hasilnya, eksekusi bisa jadi 2x lebih cepat bahkan lebih.

Mengurangi Beban CPU
Karena proses parsing dan kompilasi hanya terjadi sekali (saat pertama kali file dijalankan), CPU tidak perlu bekerja keras terus-menerus. Cocok banget buat server dengan spesifikasi terbatas.

Lebih Hemat Resource
Server dengan RAM kecil dan CPU pas-pasan tetap bisa “ngacir” kalau Opcache diaktifkan. Buat developer yang pakai VPS murah atau hosting shared, ini bisa jadi penyelamat.

Skalabilitas Lebih Baik
Website dengan trafik tinggi akan lebih stabil. Karena tiap request tidak bikin server ngos-ngosan, kita bisa menangani lebih banyak user sekaligus tanpa upgrade server buru-buru.

Sudah Bawaan PHP
Tidak perlu install software aneh-aneh. Cukup aktifkan ekstensi opcache di php.ini.

Cara Mengaktifkan Opcache

Untuk mengaktifkan Opcache, cukup buka file php.ini lalu tambahkan atau sesuaikan konfigurasi berikut:

; Aktifkan Opcache
opcache.enable=1
opcache.memory_consumption=128
opcache.interned_strings_buffer=8
opcache.max_accelerated_files=10000
opcache.revalidate_freq=2
opcache.validate_timestamps=1

Penjelasan Singkat:

opcache.enable=1 // Mengaktifkan opcache.
opcache.memory_consumption=128 // Alokasi memory (dalam MB) untuk cache. Bisa dinaikkan sesuai kebutuhan.
opcache.max_accelerated_files=10000 // Jumlah maksimal file PHP yang bisa di-cache.
opcache.revalidate_freq=2 // Jeda waktu (detik) untuk cek apakah ada file yang berubah.
opcache.validate_timestamps=1 // Kalau file berubah, cache otomatis diperbarui.</code>

Kapan Opcache Perlu Dimatikan?

Meskipun sangat bermanfaat, ada kondisi tertentu di mana Opcache bisa bikin garuk-garuk kepala.

Saat development: Kode sering berubah, tapi hasilnya seperti “nggak update”. Ini karena file masih nyangkut di cache. Solusinya, matikan Opcache di mode development, atau set opcache.revalidate_freq=0 agar selalu cek perubahan.

Kalau server pakai RAM super kecil banget: Meski jarang, kadang lebih hemat RAM kalau tidak dipakai.

Kesimpulan

Opcache itu semacam “turbo” bawaan PHP yang sering dilupakan. Dengan mengaktifkannya, kita bisa dapat:

  • Performa lebih cepat.
  • Server lebih hemat resource.
  • Pengalaman user lebih mulus.

Kalau kamu serius bikin aplikasi web dengan PHP, Opcache wajib hukumnya diaktifkan di production. Jangan biarkan server kerja dua kali hanya karena kita lupa kasih “mesin cache” ini.